23 Juni 2015 0 komentar

Tradisi Ramadhan

Ramadhan udah masuk hari dimana orang orang ngeluh bukan karena laper tapi gara gara boros banget pas dateng ke warung mau beli ta'jil. Ramadhan disalahin, mata lo tuh jelalatan.

Tentang tradisi Ramadhan gue cuma ada beberapa sih, kalo lo punya bagi gue lewat aje ntar gue update disini, elah santai aja, nama lo bakalan gue tulis.

1. Minta maaf.
Sadar gak sih, sebelum Ramadhan adalah saat saat bahagia buat jombloers. Kenapa? Yap, dapet broadcast-an minta maaf, seenggaknya gak percuma dia beli paket. Jomblo gak usah sok sok biasa aja deh. Semua orang minta maaf, mainstream, minta duit dong, ke bapak lo ajah.

"Iya, gue maafin kesalahan lo yang gak pernah chat gue itu, dateng giliran minta doang" Kira kira gue jawabnya gitu, dalem hati.

Semua orang minta maaf kecuali Amerika ama Israel. Salah banyak, tapi kaga minta maaf. Mereka sombong? Bukan, paketnya abis, wifi pada dimatiin sama Ummi Abinya, biar pada ngaji. Ngomong ngomong Israel udah diterima belom yeh sama Palestina? Daridulu nembak nembak mulu, kaga diterima diterima.

Gue juga mau iseng tadinya, minta maaf sama orang yang nggak gue kenal, jadinya dia bilangnya 'Iya, kamu gak ada salah kok'. Atau juga iseng misscall ke nomer yang nggak gue kenal, dia balesnya pasti 'Maaf, ini siapa yah?', gue bales ajah 'Iyah gue maafin.'

2. Setan dipenjara pas Ramadhan.
Ini suka bikin sedih nih, gue suka nanya dalem hati "Ini gue yang setan apa yah? Setan dikunci tetep aje maksiat jalan" seperti itulah kalo gue lagi mau pencitraan.

Bisa banget yeh, setan dipenjara pas Ramadhan, cuma biar gak ngegodain manusia doang. Pertanyaan gue sih, abang abang tongkrongan yang suka goda goda sama nyiul nyulin cewe yang lewat, dipenjara juga gak yah? Sama aje kan dia menggoda manusia juga, disinilah setan harusnya meminta keadilan.

Yang paling kasian itu wasit sama tukang parkir, dia kan kerjaannya emang nyiul nyiulin, masa dipenjara juga? "Bunuh Hayati di rawa rawa, Bang" itulah kutipan yang tepat untuk mereka berdua.

3. Berkeliaran "Tidur adalah ibadah".
Emang dasar blangsak aje yang beneran tidur doang seharian gara gara ginian. Gue gak bilang itu salah sih, tapi kenapa gak ngaji aja banyak banyak biar pahala antum jelas asal muasalnye bukan dari ngimpiin si Leha anak kepala desa yang membuatku tergila gila.

Gue pas pertama kali tau gituan, langsung cek Google. Gue nyari tempat yang aman buat tidur, mumpung ibadah. Dapetlah gue tempat yang malemnya panjang, Uranus. Malem disono 42 tahun, itu jenis jenis malam yang kalo lo tidur semaleman bangun bangun langsung bijak. Dijamin sahur gak bakalan telat, btw sahur tadi malem masih sendirian aja?

Tapi gue gak rekomendasi buat jomblo tidur di Uranus, percuma, bangun bangun cek hape notifnya masih kosong. Palingan 1 sms dari provider ngingetin masa aktif udah lewat 41 tahun yang lalu.

4. Kaga boleh ngerokok.
Banyak nih yang malu malu makan tapi rokok aman. Bukannya ngelarang, tapi yang gak ngerokok aja mulut baunye udah kayak bunga kasturi, gimane yang ngerokok? "Bunuh Hayati di rawa rawa, Bang" Kembali kutipan itu gue pake.

Yang kesian itu perokok pasif, bodo amat dia kaga ngisep, yang jelas dia PE-RO-KOK, pastinye ngerokok juga dong. Kalo yang aktif batal, die juga harusnya batal, gue gak mau tau intinya harus gitu.

Sekian dah tradisi tradisi Ramadhan yang bisa gue kasih. Kalo kebanyakan, kapan lo ngajinye? Yoi dah, pamit dulu.

Semlekum.

19 Juni 2015 0 komentar

Cinta, Jarak, Rindu, dan Waktu.

"Jarak adalah karpet merah yang tak diinginkan rindu."

Rindu adalah buah dari Cinta dan Jarak. Durhakanya dia. Tak pernah menginginkan sang ayah. Rindu selalu saja menyalahkan Jarak. Ingin membunuhnya. Tak pernah paham, bahwa membunuh Jarak akan membuatnya bingung. Kemana lagi aku harus berjalan? Aku sudah tiba ditempatku.

Cinta adalah ibu yang merawat Rindu sendirian. Setidaknya, itulah yang ada dipikirannya. Namanya indah, Cinta. Jarak bukan kata indah, baginya. Kenapa ada nama seburuk itu? Dia betul betul menyusahkan Rindu. Rindu sudah besar kini. Cinta terkadang menyelipkan propagandanya pada Rindu. Bunuhlah Ayahmu, Nak.

Jarak adalah ayah Rindu. Jarak begitu sabar membesarkan Rindu. Memberikannya nafkah yang lebih besar dari kekayaan dunia. Cinta dulu sendirian, Jarak menyukainya. Pertemuan mereka melahirkan Rindu. Jarak menjauh, begitulah caranya membesarkan Rindu. Biar dia dirawat Cinta, aku akan memberikannya makanan dengan gunaku.

Jarak mempunyai teman dekat, Waktu. Hanya dialah yang dipercaya Jarak untuk dekat pada Cinta dan Rindu. Waktu tak pernah diam, kabar tentang kedua belah pihak - Jarak dengan Cinta dan Rindu - selalu sampai pada keduanya. Dia dinantikan oleh Rindu. Rindu benar benar menantikan Waktu membunuh Jarak.

Rindu sudah kepalang besar. Tak selalu sabar dengan Waktu yang selalu saja menjanjikannya untuk membunuh Jarak. Rindu sadar, Waktu tak cukup kuat membunuh Jarak. Hubungan mereka terlalu dekat.

Jarak dibunuhnya malam itu.

Rindu pun bertemu pada tujuannya, Rindu yang lain. Saat keduanya ingin memilih tempat yang lebih indah. Keduanya bingung. Jarak sudah mati. Waktu menangisi Jarak dengan banyak sekali air mata.

Cinta memeluk kedua Rindu, dan berbisik. "Disinilah kalian akan mati, biarkan aku sendiri. Aku akan berdoa agar Jarak tak pernah datang lagi. Kalian berdua, akan selalu kuingat sebagai kenangan saja."

Begitulah Cinta merasa menang, tapi menang tentang apa? Pada ujungnya dia akan kesepian, dan mulai mencari Jarak yang takkan pernah dia temukan lagi.

02 Juni 2015 0 komentar

Malam Ribuan Berkah.

1.

Malam ini hujan betah sekali mengunjungi bumi. Aku asyik memandanginya bersama teman temanku di depan warung nasi sambil asyik menikmati teh hangat tawar yang diberikan pemiliknya. Kami memanggilnya Emak. Di warung Emak masih ada beberapa pemuda yang masih asik mengobrol sambil menghabiskan kopi dan rokoknya. Kami menunggu panggilan tugas kami, tapi tidak sebelum mereka keluar. Sesekali kami melirik dan mereka masih asyik berbincang, sedangkan Emak selalu tersenyum saat mendapati kami yang jelas terbaca sedang menunggu pelanggannya pergi.

Emak selalu tersenyum pada kami yang seringkali jadi pelanggan hampir terakhirnya. Hujan selalu berkunjung jam lima sore dan kami selalu berkunjung jam sembilan malam. Akhir akhir ini kami sering kesini, untuk menikmati hangatnya teh tawar gratis. Teh tawar yang terasa manis dengan senyum Emak. Emak memberikan teh hangat tawar sambil tersenyum diikuti teriakan terimakasih kami sambil kegirangan. Bila pelanggan pulang, giliran kamilah yang memberikan bantuan gratis pada Emak. Menumpuk bangku atau sesekali membantu mencuci piring di belakang, Emak hanya tersenyum melihat kami yang gembira bisa membantunya.

Sore akhir akhir ini adalah quality time bagi hujan, Kota Bogor, kami, dan Emak. Sudah sebulan terakhir hujan datang setiap sore menjelang maghrib. Tepat dengan waktu tiba kereta kereta penuh pegawai pulang kantor. Mereka akan menghambur, begitupun kami. Ojek payung stasiun Bogor. Kami jatuh cinta pada hujan, pada semua hal yang datang dengannya. Kami jatuh cinta pada lembar dua ribu rupiah dan kesempatan untuk menari di atas tanah basah antara stasiun dan pintu angkot. Kami jatuh cinta pada teh hangat tawar Emak yang setia menunggu jam sembilan malam.

Hujan mulai menipis. Kami sudah selesai membereskan warung Emak yang sekarang nampak lebih bersih dari sebelumnya. Kami kembali menghambur keluar warung melihat Emak beranjak dari duduknya dan menenteng kunci warungnya. "Emak balik dulu yah, cepet pulang, anak anak gak baik diluar malem malem apalagi pada kuyup begitu, ntar sakit besok gak bisa sekolah" pesan Emak memang itu itu saja, kami sudah hafal betul. Emak menghilang dibalik tirai hitam gelap malam.

Kami tersenyum atas hujan dan segala yang datang dengannya. Hujan, hiruk pikuk Stasiun Bogor, suara panggilan pelanggan, pemandangan pegawai muda nan cantik, tanah basah, lembar lembar dua ribu rupiah, remang cahaya malam, hangat teh tawar, dan Emak.

Malam ini, ribuan berkah hadir. Berbentuk tetes dingin hujan dan hangat teh tawar.

2.

Malam ini hujan betah sekali mengunjungi bumi. Aku asyik memandanginya sambil menunggui warung nasi sambil sesekali melihat jam di dinding anyamanku. Jam 20.45, sebentar lagi anak anakku datang. Anak yang bukan dari suamiku dan juga bukan dari rahimku. Mereka hadiah dari Tuhan atas doaku yang kesepian menunggui warungku yang ramai. Pelangganku sekarang hanya beberapa anak muda yang sepertinya asik dengan kehidupannya tanpa peduli aku yang kelelahan ingin segera menutup warung. Tidak, warung takkan kututup hingga anak anaku datang. Aku takut mereka kedinginan setelah berjam jam di peluk dingin Stasiun Bogor.

Itu mereka, anak anakku datang. Jamuan Tuhan bagi aku yang lapar kehangatan akan kujamu dengan kehangatan teh tawarku.

"Ayo ini diminum biar gak kedinginan lagi abis ujan ujanan". "Terimakasih Emaaaakk".

Tidak Nak, aku yang berterimakasih pada kalian sudah mau kesini. Kalian adalah malaikat kecilku. Baju kalian basah tapi jiwa kalian tetap hangat. Biarkan aku merasakannya.

Aku kembali ke dalam warung agar pelangganku tidak merasa ditinggalkan, bagaimanapun mereka adalah tamuku. Sekali dua kali aku menangkap ekor mata anak anakku sedang memperhatikan pelangganku, mereka nampak bosan menunggu di luar.

Sabar Nak, warung ini adalah rumah kalian, biarkan tamu kita sedikit mencicipi kehangatan rumah kita.

Akhir akhir ini aku sering kali merasa anak anak itu tak pernah basah. Panas semangat mereka berhasil membakar jahat udara dingin di leher belakang. Hangat. Tuhan, Kau begitu dekat.

Anak anak itu selalu saja memujiku dengan keceriaan yang mereka ciptakan di depan warung. Aku yakin mereka pandai berhitung. Pembicaraan mereka tak jauh dari berapa. Mereka membicarakan seberapa deras hujan, seberapa padat stasiun, seberapa basah tanah, atau seberapa cantik pelanggan mereka. Dan aku tersenyum hanya dengan melihat mereka. Anak anakku, Emak ingin sekali kalian peluk. Dadaku kosong setelah suamiku kembali ke Tuannya, Tuhanku.

Pelangganku pulang setelah salah seorang diantaranya memberikanku selembar uang seratus ribu.

"Ambil aja kembaliannya, Bu." Lalu lekas hilang dibalik remang cahaya.

Sore akhir akhir ini adalah quality time bagi hujan, Kota Bogor, aku, dan anak anak. Sudah sebulan terakhir hujan datang setiap sore menjelang maghrib. Warungku akan sepi sekali, pelanggan malamku hanya satu dua orang, jarang sekali yang bergerombol. Hujan mengurung langgananku dirumah mereka. Tuhan tahu aku kesepian. Dia mengirimiki anak anak ojek payung Stasiun Bogor. Aku jatuh cinta pada hujan , pada semua hal yang datang dengannya. Aku jatuh cinta pada aroma makanan sajianku yang terkurung disini sini saja dan kesempatan melihat anak anakku datang dengan wajah menggemaskan mereka. Aku jatuh cinta pada jam kereta pulang kerja atau biasa kusebut kereta rejeki bagi anak anakku yang setia menunggu.

Hujan mulai menipis. Mereka sudah selesai membereskan warungku yang sekarang nampak lebih bersih dari sebelumnya. Mereka menghambur keluar, warung akan segera kututup.  "Emak balik dulu yah, cepet pulang, anak anak gak baik diluar malem malem apalagi pada kuyup begitu, ntar sakit besok gak bisa sekolah" pesanku memang itu itu saja, mereka nampak sudah hafal betul. Aku berjalan hingga gelap menelanku bulat, merawat rindu hingga jam sembilan besok malam.

Aku tersenyum atas hujan dan segala yang datang dengannya. Hujan, hiruk pikuk jalanan depan warung, suara tetes hujan yang mengguyur, pemandangan pegawai muda nan cantik berpayung yang nampak bukan miliknya, aroma makanan sajianku, selembar seratus ribu yang tak diminta kembaliannya, remang cahaya malam, hangat teh tawar, dan anak anakku.

Malam ini, ribuan berkah hadir. Berbentuk dingin kuyup hujan dan hangat api semangat.

1 komentar

Di Balik Pelepasan Gembok Cinta.



Kemaren, Pemerintah Kota Paris nge-eksekusi gembok cinta di jembatan Pont des Arts. Tujuannya sih katanya buat keindahan tapi apalah arti teori konspirasi tanpa kita praktekkan, yegak?.

Kita bakalan bahas dulu tentang tujuan orang orang yang masang gembok cinta di jembatan itu. Tujuannya sih katanya biar cintanya abadi ama pasangannya, ini emang paling susah kalo lo pacarannya sama tukang gembok, jelas jelas die bisa ngambil gembok terus nulis nama die ama nama selingkuhannya terus dipasang di jembatan yang sama. Nyeseknya kalo gembok yang die tulis nama die ama selingkuhannye die taro di samping gembok nama die sama lo. Karena ini bercerita tentang gembok, jadi gue bakalan istilahin nama si tukang gembok jadi Mehong.

Setelah gue baca baca beritanya ini banyak nyebutin nama Bruno Julliard yang ditulis sebagai Wakil Walikota Paris. Gue rasa sebenernya ini bukan keputusan yang main main atau iseng semata. Motifnya gue rasa bales dendam Bruno ke istrinya yang nempelin gembok ke jembatan itu dengan nama yang bukan nama Bruno, tapi nama Mehong. Lalu atas nama solidaritas dari grup whatsapp "Hedonistic Paris" atau yang orang sebut "Pejabat Paris", Bruno manas manasin grup biar sepakat buat ngelepas gembok gembok tersebut dari jembatan sambil berpikir untuk bilang "Rasain lu, perselingkuhan lu nggak bakalan langgeng!" kepada istrinya. Akhirnya semuanya setuju buat ngelepas gembok tersebut dengan alasan jembatan itu gak akan dimaling jadi gak usah digembok.

Ternyata perseteruan Bruno ama Mehong terus berlanjut dengan taruhan. Mereka harus menebak berat total dari gembok gembok yang nempel di jembatan itu. Yang menang dapet istrinya Bruno alias selingkuhannya Mehong. Setelah berspekulasi akhinya Bruno menebak angka sekitar 45 ton dan Mehong menebak 50 ton. Karena susah banget buat ngitungin satu satu akhirnya mereka sepakat buat nunggu hasilnya besok di Reportase Investigasi: Bahaya Gembok di Jembatan atau On The Spot: 7 Jembatan Dengan Gembok di Dunia. Karena Bruno punya koneksi ke Hary Tanoe, akhirnya menanglah si Angel Pieters sebagai Soundtrack Terbaik di Indonesian Movie Award 2015 padahal namanya gak ada di nominasi yang membuat Glenn Fredly dan Pongky Barata juga merencanakan konspirasi seperti Bruno.

Berat dari keseluruhan gembok adalah 45 ton sesuai rilis di Okezone.com. Menanglah Bruno dan akhirnya Mehong pun pergi dan berjanji tak pernah kembali lagi pada kehidupan istri Bruno. Setelah Mehong pergi akhirnya Bruno dan istrinya berjanji untuk memulai semuanya dari awal lagi persis abg yang abis berantem gara gara masalah sepele, contohnya si cowok dapet ucapan selamat pagi dari pegawai Indomaret terus si cewek ngambek ala ala sambil ngancem gak mau makan.

Dengan romantisnya Bruno membawa istrinya ke atas jembatan Pont des Arts untuk mengatakan cintanya kembali. Istrinya tersipu malu malu kucing garong sambil lirik lirik brondong brondong yang masih cute cute. Bruno tak lupa membawa gembok dan menuliskan inisialnya dan istrinya. Istrinya ngetawain die gara gara disana udah gak boleh nempelin gembok. Tapi kata Bruno gini "Ini gembok bukan buat ditempel di jembatan, Sayang. Tapi buat di tangan kita biar KAMU GAK JALAN JALAN LAGI NYARI BRONDONG TUKANG GEMBOK!".

Berakhirlah cerita yang penuh konspirasi dan cinta ini.
 
;