19 Juni 2015

Cinta, Jarak, Rindu, dan Waktu.

"Jarak adalah karpet merah yang tak diinginkan rindu."

Rindu adalah buah dari Cinta dan Jarak. Durhakanya dia. Tak pernah menginginkan sang ayah. Rindu selalu saja menyalahkan Jarak. Ingin membunuhnya. Tak pernah paham, bahwa membunuh Jarak akan membuatnya bingung. Kemana lagi aku harus berjalan? Aku sudah tiba ditempatku.

Cinta adalah ibu yang merawat Rindu sendirian. Setidaknya, itulah yang ada dipikirannya. Namanya indah, Cinta. Jarak bukan kata indah, baginya. Kenapa ada nama seburuk itu? Dia betul betul menyusahkan Rindu. Rindu sudah besar kini. Cinta terkadang menyelipkan propagandanya pada Rindu. Bunuhlah Ayahmu, Nak.

Jarak adalah ayah Rindu. Jarak begitu sabar membesarkan Rindu. Memberikannya nafkah yang lebih besar dari kekayaan dunia. Cinta dulu sendirian, Jarak menyukainya. Pertemuan mereka melahirkan Rindu. Jarak menjauh, begitulah caranya membesarkan Rindu. Biar dia dirawat Cinta, aku akan memberikannya makanan dengan gunaku.

Jarak mempunyai teman dekat, Waktu. Hanya dialah yang dipercaya Jarak untuk dekat pada Cinta dan Rindu. Waktu tak pernah diam, kabar tentang kedua belah pihak - Jarak dengan Cinta dan Rindu - selalu sampai pada keduanya. Dia dinantikan oleh Rindu. Rindu benar benar menantikan Waktu membunuh Jarak.

Rindu sudah kepalang besar. Tak selalu sabar dengan Waktu yang selalu saja menjanjikannya untuk membunuh Jarak. Rindu sadar, Waktu tak cukup kuat membunuh Jarak. Hubungan mereka terlalu dekat.

Jarak dibunuhnya malam itu.

Rindu pun bertemu pada tujuannya, Rindu yang lain. Saat keduanya ingin memilih tempat yang lebih indah. Keduanya bingung. Jarak sudah mati. Waktu menangisi Jarak dengan banyak sekali air mata.

Cinta memeluk kedua Rindu, dan berbisik. "Disinilah kalian akan mati, biarkan aku sendiri. Aku akan berdoa agar Jarak tak pernah datang lagi. Kalian berdua, akan selalu kuingat sebagai kenangan saja."

Begitulah Cinta merasa menang, tapi menang tentang apa? Pada ujungnya dia akan kesepian, dan mulai mencari Jarak yang takkan pernah dia temukan lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;